Wahai Roman!
Sekiranya, aku adalah Batu yang selalu terkena tetesan air yang ringan dan menyejukan. Hal yang semestinya dipahami adalah mengawal dan menjaga hati, dengan masalah roman sebagai topik masalah di kehidupan remaja. Adalah kesalahan, saat menyampingkan hal tersebut untuk dihindari, dijauhi, bahkan diasingkan. Wahai perempuan, memanglah engkau adalah racun bagi setiap laki, dan racun yang selalu menyebar ke seluruh tubuh bak racun sungguhan. Jika kata kata suci yang dilontarkan adalah kepalsuan yang semestinya tak dilontarkan, lantas dimana yang dianggap sebagai pria sejati dengan mengepalkan hati hanya untuk satu "Perempuan". Sebagai remaja, tentulah memahami apa itu Roman yang dengan hati hati membelai hati, lantas apa gunanya hati, jika hanya rupa dan kata yang menjadi dasar awal menentukan kemana afah hati berlabuh, ini bukan perkara Fisik..tapi perkara Fiksi hati yang belum terlihat secara komprehensif.